Bahan-Bahan Kimia Beracun Dalam Makanan

Category : gaya hidup
Bahan-Bahan Kimia Beracun Dalam Makananby akudikaon.Bahan-Bahan Kimia Beracun Dalam MakananBahan-bahan Kimia Beracun Dalam Makanan formalin formalin adalah zat yang biasanya mengandung 37% formaldehid dalam pelarut air dan biasanya juga mengandung 10% metanol. Formalin memiliki karakteristik tidak berwarna, bau yang keras dan mempunyai berat jenis 1,09 kh/I dalam suhu 20 derajat celsius. Formalin sendiri sebenarnya dikenal sebagai obat untuk pengawet mayat. Sampai sekarang pun dalam […]
banner

beracun

Bahan-bahan Kimia Beracun Dalam Makanan

formalin

formalin adalah zat yang biasanya mengandung 37% formaldehid dalam pelarut air dan biasanya juga mengandung 10% metanol. Formalin memiliki karakteristik tidak berwarna, bau yang keras dan mempunyai berat jenis 1,09 kh/I dalam suhu 20 derajat celsius. Formalin sendiri sebenarnya dikenal sebagai obat untuk pengawet mayat. Sampai sekarang pun dalam lingkungan rumah sakit masih digunakan untuk mengawetkan contoh jaringan tubuh manusia dari hasil biopsi atau contoh langsung yang diambil pada saat operasi sebelum diperiksa di laboratorium.

Di masyarakat, formalin digunakan secara luas sebagai obat anti parasit. Formalin secara efektif digunakan untuk membunuh berbagai macam parasit dan bakteri yang menempel pada ikan hias. Sekain itu kadang-kadang formalin yang diencerkan digunakan sebagai disinfektan di peternakan.

images (2)

Formalin diketahui sebagai zat beracun, karsinogen (menyebabkan kanker), mutagen (menyebabkan perubahan sel, jaringan tubuh), korosif dan iritatif. Orang yang terpapar formalin, baik yang terjadi karena paparan akut (seketika dalam jumlah banyak) atau paparan kronik (sedikit demi sedikit dalam jangka waktu lama), bisa mengalami berbagai gejala, antara lain sakit kepala, radang hidung kronis, mual-mual, gangguan pernafasan baik berupa bentuk kronis atau sesak nafas kronis. Penggunaan formalin jangka panjang pada manusia dapat menyebabkan kanker mulut dan tenggorokan. Bahkan penelitian pada binatang menyebabkan kanker kulit dan kanker paru. Formalin juga dapat merusak sistem saraf tubuh manusia dan dikenal sebagai zat yang bersifat racun untuk persyarafan tubuh kita, seperti mengakibatkan gangguan persyarafan berupa susah tidur, sensitif, mudah lupa, sulit berkonsentrasi. Pada wanita akan menyebabkan gangguan menstruasi dan kemandulan.

Formalin bisa masuk ke dalam tubuh melalui uap dari formalin yang terhirup oleh pernafasan, terserap oleh kulit, maupun secara langsung tertelan. Jika sampai tertelan maka orang tersebut harus segera diminumkan air banyak-banyak dan segera diminta memuntahkan isi lambungnya.

Sampai sejauh ini informasi-informasi yang ada menyebutkan tidak ada level aman bagi formalin ini jika tertelan oleh manusia. Sekali lagi, jelas bahwa zat ini sangat berbahaya jika terpapar pada tubuk manusia baik kontak langsung, terhirup ataupun tertelan.

Paenelitan badan POM menunjukkan bahwa formalin terdapat pada makanan  yang sehari-hari kita konsumsi yaitu mie basah, ikan asin dan tahu. Padahal seharusnya formalin dilarang digunakan pada makanan karena dampak buruk akibat dari penggunaan zat beracun tersebut. Masalahnya, masyarakat selama ini tidak mengetahui mana produk yang mengandung formalin mana yang tidak.

 

Rhodamin B dan metanil yellow

selain formalin masih banyak bahan kimia berbahaya yang digunkan produsen makanan yang perlu diwaspadai konsumen, Antara lain zat pewarna merah rhodamin B dan metanil yellow (pewarna kuning). Berdasarkan hasil penelitan banyak ditemukan zat pewarna Rhodamin  dan metanil yellow pada industri rumah tangga. Rhodamin adalah kimia yang digunakan untuk pewarna merah pada industri tekstil plastik.

Bahan Kimia Beracun Dalam Makanan

Bahan Kimia Beracun Dalam Makanan

Rhodamin B dan metanil yellow biasanya sering digunakan untu mewarnai makanan seperti krupuk, makanan ringan, terasi, kembang gula, sirup, biskuit, sosis, makeroni goreng, minuman ringan, cendol, manisan, gipang, dan ikan asap. Makanan yang diberi zat pewarna ini biasanya berwarna lebih terang dan memilki rasa agak pahit. Kelebihan dosis Rhodamin B dan metanil yellow bisa menyebabkan kanker, keracunan, iritasi paru-paru, mata, tenggorokan, hidung dan usus.

 

Boraks dan asama silsilat

selain rhodamin B dan metanil yellow, konsumen juga perlu waspada dengan pemakaian bahan kimia lain. Pasalnya, kajian penelitian yang dilakukan di indonesia menunjukkan ada kasus penyalahgunaan bahan kimia yang dicampurkan dalam bahan makanan. Bahan makanan yang sering disalahgunakan pemakaiannya asam borak (boraks), asam silsilat (aspirin), dietil pirokarbonat, kalium bromat, kalium klorat, brominated vegetable oil, dan kloramfenikol. Bahan makanan seperti itu pernah ditemukan, terutama pada makanan produk industri rumah tangga.

download (1)

Beberapa kasus yang kerap ditemukan adalah penggunaan asam silsilat pada produksi buah dan sayur. Asam silsilat buka pestisida, melainkan jenis antiseptik yang salah satu fungsinya untuk memperpanjang daya keawetan. Biasanya sayur yang disemprotkan asam salisilat berpenampilan sangat mulut tak ada lubang bekas hama. Asam salisilat yang disemprotkan pada buah untuk untuk mencegah jamur, sedangkan pada sayuran, asam salisilat digunakan untuk mencegah hama. Sebuah survei menyebutkan asam salisilat pada sayuran non-organik jumlahnya enam kali lebih banyak dibandingkan sayuran organik. Asam salisilat akan terserap tanaman dan meninggalkan residu dalam jaringa tanaman. Karena residunya ada dalam jaringan, maka asam salisilat tak akan hilang meskipun sayur atau buah dicuci bersih.

Miliki segera toko online  untuk memperuluas jaringan bisnis anda. anda dapat mengikuti pelatihan kami yang membahas tentang pembuatan toko online secara instant serta di bahas tuntas tehnik SEO agar dapat bersaing di pencarian Google yang berdampak pada traffik pengunjung Toko Online anda.

Klik di sini untuk lihat selengkapnya.

Related Posts