Sistem pembagian keuntungan usaha perusahaan komanditer (CV)

Category : bisnis
Sistem pembagian keuntungan usaha perusahaan komanditer (CV)by akudikaon.Sistem pembagian keuntungan usaha perusahaan komanditer (CV)Sistem pembagian keuntungan usaha perusahaan komanditer (CV) pada dasarnya, perusahaan komanditer merupakan perusahaan yang didirikan oleh satu atau beberapa orang sekutu. Mengenai pembagian keuntungan sebaiknya para sekutu membuat dan mengaturnya dalam akta pendirian atau akta autentik sesuai kesepakatan bersama. Namun apabila hal ini tidak diatur dalam akta pendirian, maka pengaturan pembagian harus memberlakukan ketentuan pasal […]
banner
Sistem pembagian keuntungan usaha perusahaan komanditer (CV)

Sistem pembagian keuntungan usaha perusahaan komanditer (CV)

Sistem pembagian keuntungan usaha perusahaan komanditer (CV)

pada dasarnya, perusahaan komanditer merupakan perusahaan yang didirikan oleh satu atau beberapa orang sekutu. Mengenai pembagian keuntungan sebaiknya para sekutu membuat dan mengaturnya dalam akta pendirian atau akta autentik sesuai kesepakatan bersama. Namun apabila hal ini tidak diatur dalam akta pendirian, maka pengaturan pembagian harus memberlakukan ketentuan pasal 1633 KUHperdata dan pasal 1634 KUHperdata. Adapun bunyi dari pasal-pasal tersebut sebagai berikut.

 

Pasal 1633 KUHperdata: jika dalam perjanjian perseroan tidak ditetapkan bagian masing-masing peserta dari keuntungan dan kerugian perseroan, maka bagian tiap peserta itu dihitung menurut perbandingan besarnya sumbangan modal yang dimasukkan oleh masing-masing. Bagi peserta yang kegiatannya saja yang dimasukkan ke dalam perseroan, bagiannya dalam laba dan rugi harus dihitung sama banyak dengan bagian peserta yang memasukkan uang atau barang paling sedikit.

 

Pasal 1634 KUHperdata: para peserta tidak boleh berjanji, bahwa jumlah bagian mereka masing-masing dalam perseroan dapat ditetapkan oleh salah seorang dari mereka atau orang lain. Perjanjian demikian harus dianggap dari semula sebagai tidak tertulis dalam hal ini harus diperhatikan ketentuan-ketentuan pasal 1633.

 

dari bunyi pasal 1633 KUHperdata bisa dipahami, jika ketiga sekutu tersebut tidak menetapkan perjanjian pembagian keuntungan dalam pendirian, maka pembagian bisa dilakukan dengan cara membagi keuntungan sesuai besar modal masing-masing sekutu yang dimasukkan ke dalam CV. Kalau di antara A, B, dan C ada yang memasukkan modal berupa tenaga dan kegiatan saja, maka sekutu tersebut akan menerima keuntungan sama dengan sekutu yang memilki modal terkecil atau paling sedikit. Sedangkan pasa 1634 ingin menyampaikan, bahwa salah satu dari A, B, dan C tidak boleh menetapkan jumlah atau besarnya pembagian keuntungan mereka. Sebab, penetapan keuntungan sebaiknya dibuat sejak pertama akta pendirian dibuat.

Apabila anda berminat ingin mendirikan website profil bisnis atau toko online dan mengelolanya secara mandiri, anda dapat mengikuti pelatihan kami yang membahas tentang pembuatan website profil bisnis dan toko online secara instant serta di bahas tuntas tehnik SEO agar dapat bersaing di pencarian Google yang berdampak pada traffik pengunjung website anda.

Klik di sini untuk lihat selengkapnya.

Related Posts